BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei)

Thursday, March 17, 20111comments

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN SITUBONDO


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei), pengaruh masing-masing faktor produksi terhadap produksi udang vannamei dan tingkat efisiensi faktor produksi yang menghasilkan keuntungan maksimum.
Metode penelitian adalah survei pada tambak-tambak di Kabupaten Situbondo. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2009 dengan jumlah sampel sebanyak 20 tambak intensif dan 12 tambak semi intensif. Model fungsi Cobb-Douglas digunakan untuk analisis faktor produksi dan mengetahui elastisitas faktor-faktor produksi yang digunakan.
Skala usaha memiliki nilai sebesar 1,6 untuk tambak intensif dan 2,65 untuk tambak semi intensif. Besar koefisien determinasi untuk tambak intensif dan semi intensif masing-masing sebesar 0,96 dan 0,98. Faktor produksi tambak intensif yang terdiri atas padat tebar, pakan buatan, kincir, pupuk, tenaga kerja, dan probiotik berpengaruh nyata pada produksi udang sedangkan pada tambak semi intensif yang berpengaruh nyata adalah faktor produksi tenaga kerja, padat tebar, pakan buatan, kincir, dan probiotik.
Efisiensi faktor produksi untuk hasil produksi yang maksimal pada tambak intensif dapat dilakukan pada faktor produksi padat tebar ,pakan buatan, pupuk, kincir, probiotik. Efisiensi faktor produksi tambak semi intensif dapat dilakukan pada padat tebar,  pakan buatan, kincir,  dan probiotik.

Kata kunci : Udang vaname (Litopenaeus vannamei), efisiensi, faktor produksi elastisitas


THE PRODUCTION FACTORS ANALYSIS OF WHITE SHRIMP (Litopenaeus vannamei) AQUACULTURE IN SITUBONDO REGENCY



 The objections of the research were to determine the factors that influence white shrimp production, the influence of each production factor to production result, and the efficiency level of production factors that give maximum profit.
The method used survey in white shrimp aquaculture of Situbondo regency.  The research was taked place in intensive ponds and semi intensive ponds of Situbondo regency. The research was conducted on September until Oktober 2009 that consist 20 intensive ponds and 12 semi intensive ponds. The Cobb-Douglas production function was used as peoduction factors analysis and to determine the elasticity of utilized production factors
Return to scale was 1,6 (intensive ponds) and 2,65 (semi intensive ponds). The determination coefficient was 0,96 (intensive ponds) and 0,98 (semi intensive ponds). The production factors in intensive ponds that give absolute influence for the result are shrimpfry, feed, padde wheel, fertilizer, labor, and probiotic. The production factors in semi intensive ponds that give absolute influence for the result are shrimpfry, feed, padde wheel, labor, and probiotic.
The efficiency of production factors for the maSximum result in intensive ponds can be conducted to shrimpfry, feed,fertilizer, padde wheel, and probiotic. The efficiency of production factors for the maximum result in semi intensive ponds can be conducted to shrimpfry, feed, padde wheel, and probiotic.


Key word : White shrimp (Litopenaeus vannamei), efficiency, production factors, elasticity 
DOWNLOAD SKRIPSI 
Share this article :

+ comments + 1 comments

November 4, 2011 at 8:40 PM

sip

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Pembenihan Ikan lele (Keboen Ikan) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger