Pemilihan Induk Lele Untuk Pemijahan

Monday, March 21, 20112comments

1. Ciri-ciri induk lele jantan : 
Gambar 1. Induk lele jantan 
  • Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
  • Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina. 
  • Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan. 
  • Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress). 
  • Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina. 
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani). 
  • Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina. 
2. Ciri-ciri induk lele betina 
Gambar 2. Induk lele betina
  •  Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan. 
  • Warna kulit dada agak terang.   
  • Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.  
  • Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.  
  • Perutnya lebih gembung dan lunak.  
  • Bila bagian perut di stripping (diurut perlahan dari perut bagian depan ke arah kelamin) secara manual  akan mengeluarkan butiran kecil kekuning-kuningan (ovum/telur). 
3. Syarat induk lele yang baik :  
  • Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan. 
  • Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil supaya terbiasa hidup di kolam (kalau induk didapatkan dari membeli sebaiknya dilakukan proses adaptasi terlebih dahulu kisaran > 1 minggu) 
  • Berat badannya berkisar antara 1000 - 2000 gram.
  • Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.  
  • Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina berumur satu tahun.  
  • Frekuensi pemijahan bisa satu bulan sekali, dan sepanjang hidupnya bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya mengandung cukup protein.
4. Ciri-ciri induk lele siap memijah

  • calon induk terlihat mulai berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina. Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan.
  • Indukan lele jantan dalam proses stripping mengeluarkan cairan berwarna putih (sperma)
  • Indukan betina perutnya terlihat mengembung dan bila dilakukan proses stripping mengeluarkan  butiran kecil berwarna kuning (telur)

Perawatan induk lele :

  • Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging (bisa berbagai macam daging),atau makanan buatan (pellet). Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif tinggi, yaitu ± 60%. ( untuk pemberian pakan selain pelet sebaiknya sebagai selingan, kadar pemberian cincangan daging setiap 4 - 7 hari sekali)
  • Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari berat total ikan. 
  • Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati. 
  • Usahakan untuk mengganti air setiap periode tertentu, pergantian bisa dilakukan secara keseluruhan atau dengan mengurangi 75 % volume air kemudian dilakukan pengisian dengan air yang baru.
Share this article :

+ comments + 2 comments

July 4, 2011 at 8:18 AM

nice gan. . . kalau boleh tau alamatnya dmana ya???

July 7, 2011 at 4:45 AM

lokasi saat ini di wonogiri gan.....

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Pembenihan Ikan lele (Keboen Ikan) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger