PEMBUATAN PAKAN IKAN ALTERNATIF

Friday, January 6, 201210comments

PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF

I. PENDAHULUAN
Seperti halnya manusia, untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan serta kelangsungan hidupnya ikan juga memerlukan pakan yang cukup.  Cukup yang dimaksud adalah cukup kualitas (mutu) dan kuantitas (jumlahnya).  Pakan yang bermutu baik, salah satunya ditentukan  oleh kandungan gizi (seperti: protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral) dalam komposisi yang tepat (seimbang). Dalam kegiatan budidaya ikan, petani dihadapkan pada masalah pertimbangan dan perhitungan energi dalam rantai kehidupan.  Hal ini memperlihatkan  bahwa masukan energi dalam bentuk pakan merupakan komponen biaya yang sangat besar sekitar 40-60 % dari biaya produksi.  Masukan biaya untuk pakan dalam suatu kegiatan budidaya sangat dibutuhkan.  Semakin besar masukan biaya pakan akan semakin besar pula biaya produksi ikan tersebut.  Sehingga diperlukan upaya untuk mendapatkan jenis pakan yang efisien dapat meningkatkan produktifitas dan secara ekonomis menguntungkan.
Adapun pakan yang biasa kita jumpai dipasaran antara lain : pakan buatan  seperti pellet, remah, flake, pasta dan tepung.  Sedangkan pakan yang berbentuk binatang (jasad renik) biasa disebut sebagai pakan alami, sebagai contoh : Moina, Daphnia, Artemia, jentik nyamuk, cacing rambut dsb.  Pada kegiatan pembenihan, dimana setelah  larva ikan hampir habis makanan cadangan bawaannya (kuning telur) dan mulai memerlukan pakan dari luar, maka saat itu mutlak diperlukan pakan yang cocok baginya.  Stadia ini biasanya disebut sebagai masa kritis bagi larva ikan.  Hal ini yang mendorong para petani pembenih menggunakan pakan alami sebagai ransum dalam kegiatan pembenihan.
Dengan semakin besarnya ukuran anak ikan/larva, maka semakin meningkat jumlah kebutuhan pakan alami yang harus disediakan, dan untuk mengantisipasi terhadap keterbatasan pakan alami, petani ikan mulai beralih pada penggunaan pakan buatan.  Penyediaan pakan buatan memerlukan pengetahuan dan pengalaman khusus, karena banyak faktor ( biologi, kimia, fisika ) yang berpengaruh terhadap kualitas pakan buatan yang dihasilkan.

II. BAHAN PAKAN BUATAN
Hal yang perlu diketahui adalah kemungkinan adanya kandungan racun dari bahan baku yang akan digunakan dalam formulasi pakan ikan.  Beberapa bahan baku secara alami yang telah diketahui mengandung racun, yang dapat ditanggulangi melalui  perlakuan sebelum digunakan  sebagai bahan siap pakai dalam formulasi pakan, diantaranya:

Jenis Bahan
Zat antinutritive
Perlakuan
Kacang kedelai
-protease (trypsin)
-inhibitor lectins, geitrogen
-anti vit.D dan anti vit E
-pemanasan kering 175–195 oC
 atau perebusan selama 10 menit
Daun lamtoro
- mimosin
-perendaman air mengalir  selama 24 jam
Daun Singkong
- cyanogens
-perendaman air mengalir  selama 24 jam
Biji Kapuk
-Gossypol
-dehulling (pengikisan kulit)
Ikan mentah, ikan busuk, kerang-kerangan
-thiaminase
-pengukusan (steam) selama 30  menit.
Sumber:  Liener  (1962, 1980); Eusebio (1984); Eusebio (1991).

            Pengetahuan kandungan gizi terhadap bahan baku yang akan digunakan dalam pakan sangat diperlukan guna untuk menghasilkan formulasi pakan yang tepat, benar serta menguntungkan, terutama dalam rangka memanfaatkan bahan baku lokal atau hasil limbah pertanian, perikanan maupun industri makanan.  Untuk itu disajikan beberapa alternatif bahan baku berikut perkiraan kandungan gizinya, seperti terlihat pada tabel berikut;

b. Kandungan Gizi berbagai Bahan Baku Pakan

No

Jenis Bahan
Kandungan gizi ( % )
Air
Protein
Lemak
Serat

Abu

Karbohidrat

A

Bahan hewani







1
T. udang
17,28
53,74
8,95
4,49
24,96
10,79
2
T. ikan
9,9
62,99
6,01
3,54
14,42
12,79
3
T.siput Murbei
12,5
52,9
3,71
2,81

0,68
4
T.bekicot
8,20
54,29
4,18
1,05
18,67
30,45
5
Tepung darah ternak
8,19
71,45
0,42
7,95
5,45
13,12

 

Bahan Nabati






1

T.kedelai
11,5
46,36
5,312
2,8
7,08
42,65

2

Dedak Halus
10,10
15,38
7,79
7,80
7,19
34,73

3

T. terigu
13,10
12,27
1,16
--
0,58
79,70

4

T. jagung
12,20
9,50
3,22
1,76
1,76
71,72

5

T.Bungkil kelapa
9,53
13,45
10,34
7,67
6,24
19,5

6

T.daun lamtoro/turi
9,3
14,1
3,43
18,14
1,31
28,5

7

T.Ampas Tahu
10,52
23,86
5,93
26,39

42,97

8

Ampas kecap
26,04
11,53
3,45
1,48
10,85
--

9

Bungkil kacang tanah
7,8
47,9
10,9
3,6
4,8
25,0

10

Sorgum
10,64
13,0
2,05
13,5
12,6
47,85

11

T. gaplek
13,0
2,45
1,43
4,60
1,85
76,12

12

T.onggok
25,27
1,06
2,30
13,34
1,03
56,99

13

Ubi kayu
66,70
1,00
0,40
1,40
0,50
30,0

14

Ubi jalar
75,08
1,89
2,96
3,80
4,18
77,75

15

T.Daun Azolla
8,5
25,1
3,8
12
23,9
35,1

16

T.Daun singkong
3,8
27,6
7,7
11,7
--
45,6

III.    PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
Alat :
Kompor, baskom, pisau, loyang, Talenan, Dandang, Pengukus, Sendok, Gilingan daging

Bahan :
1. dedak halus dengan kandungan protein          : 15,38 %
2. Tepung Ikan   dengan kandungan protein         : 62,99 %
3. Daun Turi dengan kandungan protein              : 14,1 %
4. Tepung kanji sebagai perekat
6. vitamin sebagai bahan tambahan 1 bungkus (1 – 2 %)

IV.    MENYUSUN FORMULASI PAKAN BUATAN

untuk Omnivora dalam menyususn formula harus berimbang antara bahan nabati maupun hewani.  Pada Herbivor sebaliknya, dimana bahan nabati lebih banyak digunakan dalam formulasinya. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam memilih bahan baku untuk ikan, antara lain :
  • Ketersediaan bahan baku; mudah diperoleh secara berkesinambungan
  • Mempunyai nilai gizi yang relatif tinggi
  • Mudah diolah dan tidak mengandung racun
  • Nilai ekonomis, sehingga pakan yang dihasilkan menguntungkan.
Salah satu cara yang paling sederhana  dalam menyusun formulasi adalah dengan Metoda Kuadratik. Metoda ini didasarkan pada pembagian bahan-bahan makanan ikan menurut level kandungan proteinnya.  Berdasarkan level kandungan protein, bahan pakan dibagi atas:
(1). Basal makanan, yaitu bahan-bahan makanan ikan, baik yang berasal dari bahan nabati maupun hewani yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20 %
(2). Protein suplemen, yaitu bahan makanan ikan yang mempunyai kandungan protein lebih besar dari 20 %.
Menurut kriteria level protein diatas, maka dapat disusun beberapa formulasi makanan ikan dengan kandungan protein tertentu yang dikehendaki.  Sebagai contoh, dalam penggunaan metoda ini adalah sebagai berikut:
Bahan pakan yang digunakan terdiri dari dedak halus dengan kandungan protein 15,58 % dan tepung ikan dengan kandungan protein 62,99 % dan daun turi dengan kandungan protein 14,1 %  harus disusun formulasi makanan ikan dengan kandungan protein 30 %,

V.     PROSES PEMBUATAN
Tahapan proses pembuatan pakan :
-     Ikan asin direndam dengan menggunakan air garam selama ± 1 malam, kemudian tiriskan sampai benar-benar tidak ada airnya, kemudian giling/tumbuk ikan asin sampai halus.
-     Siapkan perekat yaitu campur tepung kanji dengan air ± 1 liter, dan masak sambil di aduk selama ± 20 menit.
-     Campur semua bahan pada tempat yang tersedia.
-     Tambahkan air ± 60 % pada campuran bahan tersebut sampai menjadi adonan.
-     Setelah bahan tercampur, masukkan lem/perekat yang sudah terbuat., kemudian kukus adonan selama ± 20 menit.
-     Dinginkan dan tambahkan larutan vitamin 1 bungkus, aduk sampai rata. 
-     Kemudian giling adonan agar terbentuk menjadi pellet.
-     Jemur pellet dalam keadaan utuh selama 2 – 3 hari sampai kering.
VI.    ANALISA USAHA
INPUT
NO
URAIAN
HARGA SATUAN (RP)
JUMLAH (RP)
1.
Tepung ikan  3,5 kg
Rp 1.000,-
Rp 3.500,-
2.
Dedak halus 3,5 kg
Rp 1.500,-
Rp 5.250,-
3.
Tepung kanji 0,25 kg
Rp 2.500,-
Rp 2.500,-
4.
Daun turi
-
-
5.
Vitamin 1 bungkus
Rp 1500
         Rp 1.500,-
Jumlah Total
Rp 12.750,-
OUTPUT
Untuk 10 kg bahan yang digunakan dapat menghasilkan pellet kering 9 kg.
Share this article :

+ comments + 10 comments

Anonymous
January 6, 2012 at 11:39 PM

Ass....,ma'af pakan buatan tersebut untuk ikan usia berapa hari ?

January 7, 2012 at 9:49 AM

Penggunaan pakan buatan sebaiknya tidak diberikan sebagai pakan awal larva/benih ikan, dan disarankan digunakan sebagai pakan lanjutan dimana sistim pencernaan ikan sudah sempurna (+ setelah berumur 20 hari). Pemberian pakan buatan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan dan selera/nafsu makan ikan, namun frekuensi pemberiannya lebih sering (2-3 kali/hari), hal ini mengingat pakan buatan ini pada umumnya dapat mengotori air pemeliharaan. Hal yang perlu diingat dalam penggunaan pakan buatan jangan memberi pakan selagi ikan tidak mau memakannya atau sudah kenyang. Sisa pakan yang tidak termakan dan mengendap dalam wadah pemeliharaannya sebaiknya segera dibersihkan dan jangan dibiarkan terlalu lama. Sebab pembusukan dari sisa pakan tersebut dapat meracuni ikan dan menurunkan kualitas air yang dapat mengakibatkan kematian.

March 19, 2013 at 1:18 AM

bagi rekan2 pembudidaya ikan yg sedang cari2 pakan alternatif,kami juga menyediakan Azolla microphylla sebagai pakan ikan alternatif dengan kandungan protein yg tinggi.anda dapat membudidayakanya sendiri sebagai stok,azolla sangat cepat berkembang biak,mudah di budidayakan.dengan membudidayakan azolla,anda serasa punya pabrik pakan sendiri.info hub 085264608009
http://www.kaskus.co.id/post/50fecc3d7d12436208000003#post50fecc3d7d12436208000003

March 20, 2013 at 2:47 PM

Jual produk-produk untuk pembenihan udang/ikan al : Artemia, spirulina, ovaprim, probiotik, multivitamin, vitamin c, pakan buatan pabrik berbentuk powder/serbuk. Untuk informasi dan pemesanan silahkan hub 0812 2841 280

mamae zaafirahartanto
March 20, 2013 at 8:20 PM

boleh tidak kalau lele d kasih pakan roti atau snack kadaluarsa?
apa pakan alternatif untuk gurame?

March 21, 2013 at 12:09 AM

@mamae zaafirahartanto
Boleh" saja pak, tp saya kurang menyarankan untuk memakai pakan snack ato roti, lebih baik murni pelet karena kandungan protein, vitamin,dll pada pelet sudah disesuaikan dgn kebuthan ikan, kl memakai pakan pengganti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan dan tentu saja jangka waktu panen akan lebih lama..

Untuk gurame sya hanya memberi pelet sehari sekali selain itu saya pake daun kangkung, pepaya, dll pemberian pakan metode ini menghasilkan daging gurame yang lebih bagus nantinya....

April 26, 2013 at 9:33 AM

OUTPUT
Untuk 10 kg bahan yang digunakan dapat menghasilkan pellet kering 9 kg.

maksudnya yang ini itu dedek sama tepung ikannya harus 10kg? atau dengan dedek dan tepung ikannya 3,5kg sudah menghasilkan pelet kering 9kg ?

mohon penjelasannya
terima kasih sebelumnya info yang bagus

April 26, 2013 at 9:48 AM

@reza jamil fajri
untuk komposisinya tepung ikan 3,5 kg
,dedak 3,5 kg, tepung kanji 0,25 kg, total 7,25 kg
sisanya vitamin dan daun turi (2,75 kg)

April 26, 2013 at 6:49 PM

oooh begitu..
untuk vitaminnya yang bagus apa ya pak?

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Pembenihan Ikan lele (Keboen Ikan) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger