STRATEGI PEMASARAN BBI PRACIMANTORO

Sunday, March 11, 20120 comments

     Strategi pemasaran BBI Pracimantoro pada dasarnya bersifat dinamis. Hal tersebut dilakukan untuk mampu menjawab setiap perubahan pasar yang berpengaruh pada permintaan (demand) benih ikan. Perubahan pasar yang berakibat pada perubahan permintaan (demand) benih ikan biasanya dipengaruhi oleh perubahan harga pakan, perubahan musim (kurangnya air di daerah Pracimantoro mengakibatkan permintaan ikan tinggi saat musim penghujan dan menurun saat musim kemarau karena sebagian besar pembudidaya ikan menggunakan air hujan sebagai sumber air utamanya), dan ketersediaan stok benih ikan (ketersediaan stok ikan yang terkadang terbatas mengakibatkan para konsumen beralih pada produsen benih ikan yang lain).
      Untuk mampu menjawab tantangan pasar tersebut maka pada tahun 2009 BBI Pracimantoro mengambil strategi pemasaran dengan melihat variabel marketing mix yang ada pada BBI tersebut. Variabel yang diambil meliputi :
  1. Product (Produk)
  2. Price (Harga)
  3. Promotion (Promosi)
      Secara garis besar penjelasan strategi pemasaran setiap variabel di atas adalah sebagai berikut :

      1. Product (Produk)  
BBI Pracimantoro pada dasarnya merupakan UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang bertugas dalam penyediaan benih ikan (meliputi benih ikan nila, lele, dan karper). Strategi yang dilakukan BBI pracimantoro adalah dengan peningkatan kualitas serta kuantitas dari benih ikan. Peningkatan kualitas dan kuantitas tersebut dilakukan dengan menempuh berbagai langkah, antara lain :
  • Pendataan kembali indukan ikan (nila, lele, dan karper) yang ada di BBI pracimantoro karena terkadang terjadi kematian atau pun hilang terbawa aliran air sehingga mengakibatkan perubahan jumlah indukan ikan yang ada.
  • Seleksi indukan yang siap pijah untuk menghasilkan benih ikan yang berkualitas dan jumlah yang tinggi.
  • Pada Ikan nila dilakukan perbaikan perbandingan jumlah organisme jantan dan betina (1:3) saat pijah sehingga proses pemijahan dapat berlangsung dengan baik.
  • Pada ikan nila juga dilakukan pemilihan benih yang unggul untuk disiapkan menjadi indukan yang baru. Kegiatan ini dilakukan untuk menanggulangi jika penyediaan indukan nila yang baru belum ada dan indukan yang lama sudah melewati masa produktif.
  • Pada ikan lele dan karper dilakukan perbaikan sirkusi air, penggunaan probiotik dan beberapa metode semiintensif lainnya pada saat proses pemijahan.
  • Langkah-langkah tersebut merupakan strategi pemasaran yang dilakukan dalam menjaga ketersediaan stok benih ikan sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen baik dalam hal kuantitas serta kualitas. Sesuai dengan definisi dari produk yaitu sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan.
  • Pada saat ketersediaan stok benih ikan tidak mampu memenuhi permintaan pasar maka langkah yang diambil oleh BBI Pracimantoro adalah dengan mengambil benih dari BBI lain atau langsung dari petani ikan (UPR) untuk menjaga kepuasan konsumen.
      2.  Price (Harga)
     Strategi pemasaran berikutnya adalah dengan bertolakukur pada variabel Price ( Harga). Penetapan harga di BBI pracimantoro pada dasarnya menggunakan perangkat pertimbangan Competition Based Pricing (Penetapan harga berdasarkan persaingan) yang dikhususkan lagi pada Going Rate Pricing (“Perusahaan mendasarkan harga pada harga pesaing dan kurang memperhatikan biaya dan permintaannya. Perusahaan dapat mengenakan harga yang sama, lebih tinggi atau lebih rendah dari pesaing utamanya”). Pada penggunaan perangkat penetapan harga ini BBI menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pasar sebagai pelaksanaan dari fungsi BBI untuk menyediakan bibit murah dan berkualitas bagi masyarakat sehingga keberlangsungan usaha dari pembudidaya dapat lebih terjamin.
     Pada kondisi tertentu yaitu ketika ketersediaan stok tidak mampu memenuhi permintaan (demand) pasar, BBI pracimantoro mengambil langkah dengan mengambil stok dari BBI lain atau dari petani ikan (UPR). Pada kondisi ini penetapan harga didasarkan pada perangkat pertimbangan Break Even Analysis and Target Profit Pricing (“Suatu metode yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga apakah akan break even atau membuat target laba yang akan dicari”) tentu saja laba yang ditargetkan akan disesuaikan dengan harga pasar sehingga harga yang ditetapkan akan lebih rendah dari harga pasar atau minimal sama dengan harga pasar.
     3.  Promotion (Promosi)
     Strategi pemasaran yang ketiga didasarkan pada variabel Promotion (Promosi). Definisi promosi menurut Kotler adalah segala jenis kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada target pasar. Perbaikan dalam hal promosi dilakukan oleh BBI Pracimantoro baru pada pelayanan konsumen yang meliputi beberapa langkah antara lain :
  •  Perbaikan pada pelayanan konsumen baik dari penggunaan buku tamu untuk pencatatan data pembeli .
  • Sistem pelayanan pemesanan benih ikan diperbaiki dengan pencatatan pesanan yang lebih terorganisir dan penyediaan stok sesegera mungkin untuk memenuhi pesanan 
  • Sistem hubungan 2 arah antara BBI Pracimantoro dengan konsumen yang selalu dijaga baik dengan pemberitahuan perubahan harga terhadap para pelanggan, penerapan harga khusus untuk pelanggan, dan info berbagai ketersediaan stok secara periodik kepada pelanggan (hubungan tersebut dilakukan dengan sms/call). 
  • Skala prioritas pemenuhan pesanan tidak didasarkan pada quantitas pesanan. Hal tersebut dikarenakan segmentasi pasar dari BBI Pracimantoro ditargetkan bagi semua konsumen (pembudidaya) baik pembudidaya kecil maupun besar. Penggunaan segmentasi terhadap semua kalangan ini diharapkan mampu untuk membudayakan usaha budidaya ikan di kalangan masyarakat khususnya Pracimantoro.
     Berbagai langkah di atas merupakan langkah untuk memperoleh kepuasan pelanggan (Costumer Satisfaction) sebagai langkah awal promosi dengan tujuan kepuasan tersebut akan berimbas pada promosi dari mulut kemulut yang merupakan promosi paling efektif dari sebuah usaha.
     Penerapan sebuah metode sejak 2009 juga sudah mulai diterapkan yaitu strategi yang dikemukakan oleh Data Jones (1996) yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan (Costumer Satisfaction) berbanding lurus dengan kepuasan karyawan (Employee Satisfaction). Hal tersebut diterapkan di BBI Pracimantoro dengan selalu membangun suasana kekeluargaan dan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan sehingga kepuasan yang didapat oleh karyawan tersebut akan mampu mendongkrak etos kerja karyawan baik dalam proses produksi maupun pelayanan terhadap konsumen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan karyawan (Employee Satisfaction) maka akan semakin tinggi pula tingkat kepuasan konsumen (Costumer Satisfaction). Dalam penerapan metode ini di BBI Pracimantoro terbukti cukup berhasil terbukti pada periode 2009 – 2010 terbentuk suatu iklim kenyamanan ,kerja yang mampu membangun semangat kerja yang lebih baik.

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Pembenihan Ikan lele (Keboen Ikan) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger