Sudahkah budidaya ikan kita sesuai standar CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik)

Saturday, March 16, 20130 comments



Keboen Ikan 1~ Patihan, Gading Sari, Kec. Sanden, Kab. Bantul, Yogyakarta

Sudahkah budidaya ikan kita sesuai standar CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik)

LOKASI
Lokasi budidaya harus tidak menimbulkan bahaya keamanan pangan, akibat kondisi sekitar, baik air pasok maupun pencemaran udara

SUPLAI AIR
Air pasok untuk budidaya harus tidak menimbulkan bahaya keamanan pangan

TATA LETAK DAN DESAIN
Unit Usaha Budidaya didesain dengan baik, dimana tata letak yang dapat meminimalkan resiko yang berhubungan dengan kontaminasi

KEBERSIHAN FASILITAS DAN PERLENGKAPAN PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA
÷ Prosedur persiapan wadah dapat menimbulkan bahaya keamanan pangan.
÷ Prosedur persiapan wadah seharusnya bertujuan untuk meminimalkan bahaya keamanan pangan seperti bakteri patogen, inang perantara parasit zoonotik.
÷ Prosedur persiapan yang efektif juga menurunkan resiko masalah kesehatan hewan air yang akan menurunkan kebutuhan atau penggunaan obat ikan dan penggunaan bahan kimia

PENGELOLAAN AIR
÷ Mutu air dan sedimen seharusnya dijaga pada level yang mencukupi untuk kesehatan lingkungan budidaya dengan melakukan angka penebaran benih dan pakan yang sesuai.
÷ Air pasok dan keluar di wadah budidaya seharusnya difiltrasi/ saring untuk mencegah masuknya species yang tidak diinginkan termasuk parasit dalam air tawar.

BENIH
÷ Penggunaan obat ikan dan bahan kimia selama pembenihan dapat menimbulkan residu dan beresiko pada keamanan pangan.
÷ Mutu benih yang buruk dapat pula mengganggu kesehatan selama pembudidayaan dan akan memicu penggunaan obat dan atau bahan kimia.

PAKAN
÷ Pakan dapat menyebabkan masalah keamanan pangan dengan menarik datangnya hama pengerat, penanganan pakan tidak tepat atau menjadi media penular pada udang/ikan.
÷ Pada usaha budidaya, selain menggunakan pakan komersial yang dijual, pembudidaya terkadang membuat sendiri pakannya.
÷ Bahan baku pakan seharusnya tidak menggunakan pestisida, bahankimia, termasuk logam berat dan kontaminan lain yang dilarang dan membahayakan.

PENGGUNAAN BAHAN KIMIA, BAHAN BIOLOGI DAN OBAT IKAN
÷ Bahaya yang berhubungan dengan obat ikan (termasuk antimikroba) dalam pembudidayaan adalah residu pada produk akhir. Penerapan CBIB seharusnya dapat menurunkan penggunaan obat ikan, dll.
÷ Untuk itu perlu pengelolaan kesehatan yang efektif selama proses budidaya, dengan meningkatkan sistem keamanan hayati dan menurunkan insiden wabah dan resiko yang ditimbulkan.
÷ Program preventif terhadap kesehatan ikan lebih diutamakan dari pada upaya pengobatan.

PENGGUNAAN ES DAN AIR
÷ Air bersih tersedia dan digunakan untuk membersihkan bahan baku, juga untuk udang yang langsung dari kolam.
÷ Definisi air bersih adalah dari kualitas mikrobiologi sama dengan air minum tetapi dapat juga air yang mengandung garam atau unsur lain yang "tidak berbahaya" sebagai tambahan.
÷ Tersedia data kualitas air yang diperlukan.

PANEN
Bahaya keamanan pangan dapat muncul dari teknik panen yang tidak sesuai, seperti temperatur yang tinggi dapat menyebabkan pembusukan produk selama kegiatan panen.
Selain itu, dari penggunaan air atau es yang tercemar dan kurang bersihnya fasilitas dan peralatan.
Kerusakan ikan selama panen dapat menyebabkan pencemaran yang mengarah kepada saluran usus atau pembusukan produk.
Teknik panen yang sesuai akan memperkecil resiko pencemaran, kerusakan fisik dan stres ikan.

PENANGANAN HASIL
÷ Peralatan, perlengkapan penanganan hasil selalu dijaga dalam keadaan bersih
÷ Proses penanganan (sortir, penimbangan, pencucian dilakukan dg cepat dan higienis.
÷ Bahan tambahan dan kimia terlarang tidak digunakan

PENGANGKUTAN
÷ Peralatan dan fasilitas pengangkutan dlm kondisi higienis
÷ Suhu produk selama pengangkutan mendekati suhu cair es (0°C) pada seluruh bagian badan
÷ Ikan hidup ditangani dan dijaga dalam kondisi yg tdk menyebabkan kerusakan fisik atau kontamina

PEMBUANGAN LIMBAH
Limbah (cair, padat dan bahaya) dikelola dengan cara yang higienis dan saniter untuk mencegah kontaminasi

PENCATAAN
÷ Catatan asal dan penggunaan pakan di kolam/KJA.
Penelusuran produk pakan dan bahan-bahan pembuatnya dapat dilihat pada catatan tersebut.
÷ Catatan kualitas air harus disimpan. Catatan menunjukkan air yang digunakan untuk pembudidayaan serta bahan berbahaya (logam berat, antibiotik dll) sampai batas yang ditentukan.
÷ Catatan harus mencakup jumlah panen, tanggal & lokasi penjual dan pembeli.

TINDAKAN PERBAIKAN
Tindakan perbaikan (atas bahaya kemanan pangan) dilakukan sebagai kegiatan yang rutin dan terkendali.

PELATIHAN
Pekerja dan pemilik unit usaha budidaya seharusnya memiliki tingkat kesadaran yang memadai pada pengendalian pangan dan pencegahan bahaya keamanan pangan dalam budidaya perikanan serta pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan mengenai penanganan ikan secara higienis dan dengan cara yang baik.

KEBERSIHAN PERSONIL
÷ Pekerja yang menangani ikan dalam keadaan sehat.
÷ Ada pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk staf yang menangani produk.
÷ Tidak terdapat bukti yang menunjukkan bahwa pekerja yang menangani ikan selama panen, penanganan pasca panen dan transportasi mengalami cedera, infeksi atau penyakit yang dapat mengkontaminasi ikan.


By. Riza Rua Jayani, S.Pi
Share : Keboen Ikan - The high quality of fish hatchery


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Pembenihan Ikan lele (Keboen Ikan) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger